Penerbitan Buku

Novel bergenre fiksi yang ditulis oleh Yasmine PN. Dalam waktu singkat karya generasi millennial berbakat ini mampu mendapat sambutan hangat dari para pembacanya, bahkan dari para sastrawan senior, di antaranya dari sastrawan dan budayawan Taufiq Ismail dan Pemimpin majalah Horison Jamal D. Rahman.
 
“Langkah Awal yang Menjanjikan” Kisah fantasi dalam novel Arran ini ditulis dengan bekal imajinasi yang kaya, gaya bahasa yang jelas, dan jalan cerita berliku-liku. Nama tokoh-tokohnya tidak menggambarkan kebangsaan tertentu, lokasi peristiwa bisa di mana saja. Pengaruh bahasa Inggris sebagai narasi terasa sekali.
Dilihat dari segi umur penulis yang masih sangat remaja, 16, karya ini sangat menjanjikan. Semoga langkah awal novel ini berlanjut terus dengan karya-karya berikutnya, dengan penggarapan tema yang lebih luas. Masa depan Yasmine sebagai sastrawan cerah terbentang di depannya.” Taufiq Ismail – Sastrawan & Budayawan
 
“Kebaikan akan melawan kejahatan”. Pandangan kuno itulah yang mengemuka dalam novel fantasi karya Yasmine P. N. ini. Meskipun terdengar normatif, pandangan atau keyakinan tersebut penting terus disuarakan, sebab ia membangkitkan harapan dan optimisme. Tapi yang lebih penting, novel ini juga mengingatkan bahwa perjuangan melawan kejahatan tidak mudah. Perlu keberanian, kecerdasan, kekompakan, pengorbanan, dukungan, dan lain-lain dalam melawan kejahatan. Yasmine P. N. melukiskan semua itu lewat fantasi yang mengesankan. Ketegangan demi ketegangan muncul dalam lingkungan yang indah dan fantastis. Terutama di situlah terletak arti penting dan segi-segi menarik novel karya siswa SMA ini.” Jamal D. Rahman – Pemimpin Redaksi Majalah Sastra Horison
Balai Pustaka berbahagia dapat menerbitkan kembali buku ini. Buku Catatan di Sumatra merupakan karya Muhammad Radjab—catatan perjalanan beliau saat mengikuti ekspedisi ke Sumatra di akhir tahun 1947 hingga awal 1948. Cetakan pertama buku ini diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1949 dan mengalami cetak ulang (cetakan kedua) di tahun 1958 dan (cetakan ketiga) di tahun 2018 ini.
Pada cetakan ketiga ini Balai Pustaka melakukan penyelarasan bahasa dengan merujuk pada Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Meski demikian konstruksi kalimat sebisa mungkin kami pertahankan agar pembaca tetap dapat merasakan nuansa masa di awal zaman kemerdekaan Indonesia sehingga dengan membaca Catatan di Sumatra pembaca sekaligus menjalani tamasya bahasa.
Novel-novel klasik memang tak bisa hilang begitu saja dalam memori para pembacanya, ada nostalgia yang dapat kembali terungkap ketika membacanya. Namun selain dapat mengangkat kembali kenangan masa lalu, novel klasik juga dapat membawa para pembaca baru untuk dapat merasakan bagaimana keadaan kehidupan, bahasa, dan budaya di masa lampau melalui tulisan-tulisan para pujangga besar Indonesia tersebut.

Oleh karena itulah Balai Pustaka kembali menghadirkan 30 Koleksi Klasiknya, dengan menampilkan desain sampul seperti pertama kali terbit semakin membuat koleksi buku ini seperti mesin waktu yang membawa pembacanya benar-benar kembali ke masa lampau.
30 judul koleksi klasik tersebut adalah:

1. Atheis – Achdiat K. Mihardja
2. Azab dan Sengsara – Merari Siregar
3. Cinta Tanah Air – Nur St. Iskandar
4. Habis Gelap Terbitlah Terang – R.A. Kartini; Penerjemah, Armijn Pane
5. La Hami – Marah Roesli
6. Layar Terkembang – St. Takdir Alisjahbana
7. Salah Asuhan – Abdoel Moeis
8. Salah Pilih – Nur St. Iskandar
9. Sengsara Membawa Nikmat – Toelis St. Sati
10. Sitti Nurbaya – Marah Roesli
11. Airlangga – Sanoesi Pane; Penerjemah, Das Chall
12. Hulubalang Raja – Nur St. Iskandar
13. Cerita si Penidur – Aman Dt. Madjoindo
14. I Swasta Setahun di Bedahulu – A.A. Pandji Tisna
15. Kalau Tak Untung – Selasih
16. Pahlawan Minahasa – M.R. Dayoh
17. Robert Anak Surapati – Abdoel Moeis
18. Sukreni Gadis Bali – A.A. Pandji Tisna
19. Surapati – Abdoel Moeis
20. Tiga Menguak Takdir – Chairil Anwar, Rivai Apin, Asrul Sani
21. Abunawas – Nur St. Iskandar
22. Aki – Idrus
23. Damarwulan – Zuber Usman
24. Hujan Kepagian – Nugroho Notosusanto
25. Kasih Tak Terlarai – Soeman H.S.
26. Manusia dan Tanahnya – Aoh K. Hadimadja
27. Masa Bergolak – M.A. Salmun
28. Pak Janggut – Aman Dt. Madjoindo
29. Hikayat Bayan Budiman – Tim Balai Pustaka
30. Malim Demam dan Putri Bungsu – Aman Dt. Madjoindo

Jika berminat kita bisa datang langsung ke Balai Pusataka. Selain bisa membeli buku disana, kita juga bisa berwisata edukasi loh jika membawa komunitas.Kita akan diperkenalkan dengan kekayaan intelektual dan sejarah tentang Balai Pustaka. Keren kan.