Quotes About Life

Selamat hari Jumat untuk #SobatBP yang lagi menanti weekend! Seringkali kita melihat ke orang lain, merasa mereka mungkin lebih baik dari kita dan membuat kita ingin menjadi seperti mereka. Meniru hal-hal baik dari diri orang lain dan menjadikannya sebagai versi kita akan jauh lebih baik daripada sepenuhnya menjadi orang lain.

Yuk belajar menjadi diri sendiri sepenuhnya, menjadi versi terbaik diri sendiri dengan percaya kepada diri sendiri.

Begini Cara Kreatif Menyimpan Buku Di Rumah

Karena #SobatBP senang membaca buku, nih mimin kasih cara kreatif untuk menyimpan buku di rumah. Setelah ini, harus lebih rajin membaca buku ya, susunan buku yang rapi dan menarik akan menambah sensasi membaca bukumu!

Untuk menambah koleksi bukumu, kamu bisa mendapatkannya secara online dengan mengunjungi e commerce dan menghubungi kontak yang tertera di atas.

Quotes Tokoh Nasional: Jusuf Kalla

Pelaksanaan suatu pekerjaan yang diawali dengan perencanaan biasanya berjalan dengan baik dan terstruktur. Namun, jika hanya berencana tanpa adanya realisasi, hanya akan menjadi angan-angan yang terarsip. Begitu yang disampaikan mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Dr.(H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942; umur 78 tahun), akrab dipanggil Jusuf Kalla atau JK adalah pengusaha dan politisi Indonesia yang menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia (Wapres) ke-10 dan ke-12. Ia merupakan Wakil Presiden Indonesia pertama yang menjabat 2 kali, ia menjadi Wapres dalam 2 masa jabatan yang tidak berturut-turut. Dalam masa jabatannya yang pertama, periode 2004-2009, ia merangkap sebagai Ketua Umum Partai Golongan Karya.

Jusuf Kalla lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada tanggal 15 Mei 1942 sebagai anak ke-2 dari 17 bersaudara dari pasangan Haji Kalla dan Athirah, pengusaha keturunan Bugis yang memiliki bendera usaha Kalla Group. Bisnis keluarga Kalla tersebut meliputi beberapa kelompok perusahaan di berbagai bidang industri. Di Makassar, Jusuf Kalla dikenal akrab disapa oleh masyarakat dengan panggilan Daeng Ucu.

Hal Yang Harus Dihindari Ketika Memakai Masker

Kita tidak pernah tau kuman, bakteri atau virus apa yang menempel pada bagian leher atas kita. Meski begitu, seringkali kita menurunkan masker yang kita pakai. Bila hal tersebut dilakukan, bisa jadi masker yang kita gunakan telah terkontaminasi. Bila selanjutnya masker dipakai seperti biasa kembali, apakah kita akan terpapar?

Mengenai informasi yang santer beredar saat ini, kita diskusi yuk di kolom komentar. Gimana sih, tanggapan #SobatBP tentang informasi ini?

Menulis Skrip Film Berdasarkan Kisah Nyata

Kisah nyata yang awalnya diberitakan di berbagai media, diceritakan dari mulut ke mulut, diminati banyak orang, hingga ditulis dengan sudut pandang yang berbeda-beda, tak jarang menjadi sorotan industri perfilman untuk segera memvisualisasikan kisah nyata tersebut. Masyarakat pun sejauh ini tampak menikmati menonton film dengan isi cerita yang berasal dari kisah nyata. Bahkan, kisah nyata yang berangkat dari sebuah thread horror di media sosial Twitter saja pada akhirnya difilmkan oleh sebuah rumah produksi ternama di Indonesia.

M. Irfan Ramli @bckyrds seorang penulis skenario film ternama, dalam kesempatannya memberikan tips tentang bagaimana menulis cerita atau lebih spesifiknya lagi menulis skrip film yang berdasarkan kisah nyata. Tips ini tentunya sangat berguna dong untuk kita semua yang mau tau banget, atau yang sudah memulai karya penulisan. Yuk, mulai dan lanjutkan!

Logo Baru Kementerian BUMN

Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan PT Balai Pustaka (Persero) mengucapkan Selamat Atas Peluncuran Logo dan Slogan Baru Kementerian BUMN Republik Indonesia.

Kami yakin, logo dan slogan baru ini akan mempersatukan tekad, semangat, jiwa, cipta, rasa dan karsa seluruh insan di Badan Usaha Milik Negara untuk memberikan kontribusi terbaiknya kepada Indonesia.

Quotes Buku Sabai Nan Aluih

Udah gak asing lagi deh kalau di dalam novel sastra klasik ada pantun! Seperti kutipan pantun di atas yang mimin kutip langsung dari Sabai Nan Aluih. Sabai Nan Aluih adalah cerita rakyat dari Padang Tarok, Baso, Agam yang terletak di provinsi Sumatra Barat. Cerita bertema kepahlawanan ini ditulis oleh Tulis Sutan Sati.

Toelis Soetan Sati adalah salah satu pujangga/sastrawan Indonesia, angkatan Balai Pustaka , yang lahir di Bukittinggi 1898. Kelebihan Toelis Soetan Sati dalam membuat karya-karyanya adalah melalui penggambaran panca inderanya, yaitu menggambarkan secara detail daerah Minangkabau tempat kelahirannya. Hal yang istimewa adalah para tokoh, sifat tokoh, latar budaya, dan gambaran masyarakat Minangkabau dilukiskan oleh Toelis Soetan Sati seolah olah pembaca dapat melihat, mendengar, dan merasakan sendiri berada di daerah tersebut. Tidak hanya menulis cerpen, Toelis Soetan Sati juga membuat puisi, saduran cerita daerah dan terjemahan.

Keteladanan yang dapat kita ambil dari Tokoh sastrawan Toelis Soetan Sati adalah dia penganut agama Islam yang taat , oleh karena itu karya-karya yang dihasilkannya membawa banyak pesan moral, nasihat, dan cinta tanah air. Keistimewaan yang dimiliki Toelis Soetan Sati adalah cerpen yang berjudul “Sengsara Membawa Nikmat” pernah ditayangkan di televisi nasional yaitu TVRI dan menjadikan Toelis soetan Sati terkenal di Nusantara.

Quotes Tokoh Nasional

Siapa setuju dengan statement yang diutarakan Najwa Shihab atau yang akrab dipanggil Mbak Nana? Bagaimana kecintaannya pada buku memang ter-refleksikan dari tutur kata dan sikap kecintaannya terhadap apa yang ia kerjakan.

Najwa Shihab, S.H. yang akrab dipanggil Nana (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 16 September 1977; umur 42 tahun) adalah mantan pembawa acara berita di stasiun televisi Metro TV. Ia pernah menjadi anchor program berita prime time Metro Hari Ini, Suara Anda dan program bincang-bincang Mata Najwa.

Najwa adalah putri kedua Quraish Shihab, Menteri Agama era Kabinet Pembangunan VII. Najwa adalah alumni Fakultas Hukum UI tahun 2000. Semasa SMA ia terpilih mengikuti program AFS, yang di Indonesia program ini dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya, selama satu tahun di Amerika Serikat. Merintis karier di RCTI, tahun 2001 ia memilih bergabung dengan Metro TV karena stasiun TV itu dinilai lebih menjawab minat besarnya terhadap dunia jurnalistik.

Acara Bedah Buku Virtual “Kemanusiaan Pada Masa Wabah Korona” Tahap II

PRESS RELEASE

SESI KEDUA BEDAH BUKU KEMANUSIAAN PADA MASA WABAH CORONA DILIHAT DARI SAINS, SASTRA DAN KEPEMIMPINAN” 


Balai Pustaka, Jakarta

PT Balai Pustaka (Persero) pada hari Jum’at, 12 Juni 2020 kembali melaksanakan kegiatan Bedah Buku secara Virtual dengan tema ”Kemanusiaan Pada Masa Wabah Corona dilihat dari Sains, Sastra dan Kepemimpinan. Acara ini diikuti oleh 318 orang peserta.

Pelaksanaan bedah buku diisi oleh 5 (lima) nara sumber, diantaranya : Garin Nugroho (Sutradara/Film Maker), Eka Budianta (Penulis), Prof, dr, Herawati Supolo Sudoyo, Dr. Connie R Bakrie (Akademisi Dan Pengamat Bidang Militer), Kanti Janis (Penulis/Sekum SATUPENA) dan dipandu oleh Okky Madasari (Penulis Novel) sebagai moderator. 

Setiap narasumber menyampaikan pandangan mereka terhadap adanya wabah Corona sesuai ilmu dan kajian yang mereka pelajari selama ini. Dapat disimpulkan bahwa Wabah Corona jangan membuat orang semakin takut, tetapi sikapi dengan menguatkan Iman dan Imun tubuh agar terhindar dari Virus Corona.

Buku Kemanusiaan Pada Masa Wabah Corona dijual dengan harga setiap eksemplar Rp.250.000,- Dan sudah dapat dipesan di toko online Shoppe, Tokopedia, Blanja.com dan Bukalapak.

tokopedia.com/tokobalaipustaka
shopee.com/balai_pustaka
bukalapak.com/balaipustaka
https://www.blanja.com/store/tokobalaipustaka

Quotes Buku Balai Pustaka

Seringkali kita melakukan self defense, merasa baik-baik saja padahal kita tidak sedang baik-baik saja. Padahal, tidak apa dan sangat diwajarkan apabila kita jujur saat merasa sedang tidak baik-baik saja. Seperti yang terucap oleh Abdoel Moeis dalam karyanya berjudul “Salah Asuhan”.

Abdoel Moeis adalah seorang pengarang bergelar Soetan Penghoeloe. Ia lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 3 Juli 1886 dan meninggal dunia di Bandung, 17 Juni 1959. Ayahnya berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat, dikenal sebagai tokoh berpengaruh di masyarakat. Ibunya berasal dari Jawa yang memiliki keahlian pencak silat.

Abdoel Moeis beragama Islam dan giat dalam organisasi politik beraliran Islam. Ia terkenal dengan novelnya Salah Asuhan (1920-an). Abdoel Moeis adalah orang yang termasuk golongan pertama sastrawan Indonesia yang nasionalis. Sementara itu, Pamusuk Eneste memasukkan Abdoel Moeis ke dalam Angkatan Balai Pustaka karena Abdoel Moeis termasuk orang yang menerbitkan novelnya di Penerbit Balai Pustaka.

Karya-karya Abdoel Moeis muncul pada tahun 1920-an dan awal tahun 1930-an. Abdoel Moeis dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan (SK) Presiden Republik Indonesia No. 2183/59, tanggal 30 Agustus 1959.