Quotes Buku Sabai Nan Aluih

Udah gak asing lagi deh kalau di dalam novel sastra klasik ada pantun! Seperti kutipan pantun di atas yang mimin kutip langsung dari Sabai Nan Aluih. Sabai Nan Aluih adalah cerita rakyat dari Padang Tarok, Baso, Agam yang terletak di provinsi Sumatra Barat. Cerita bertema kepahlawanan ini ditulis oleh Tulis Sutan Sati.

Toelis Soetan Sati adalah salah satu pujangga/sastrawan Indonesia, angkatan Balai Pustaka , yang lahir di Bukittinggi 1898. Kelebihan Toelis Soetan Sati dalam membuat karya-karyanya adalah melalui penggambaran panca inderanya, yaitu menggambarkan secara detail daerah Minangkabau tempat kelahirannya. Hal yang istimewa adalah para tokoh, sifat tokoh, latar budaya, dan gambaran masyarakat Minangkabau dilukiskan oleh Toelis Soetan Sati seolah olah pembaca dapat melihat, mendengar, dan merasakan sendiri berada di daerah tersebut. Tidak hanya menulis cerpen, Toelis Soetan Sati juga membuat puisi, saduran cerita daerah dan terjemahan.

Keteladanan yang dapat kita ambil dari Tokoh sastrawan Toelis Soetan Sati adalah dia penganut agama Islam yang taat , oleh karena itu karya-karya yang dihasilkannya membawa banyak pesan moral, nasihat, dan cinta tanah air. Keistimewaan yang dimiliki Toelis Soetan Sati adalah cerpen yang berjudul “Sengsara Membawa Nikmat” pernah ditayangkan di televisi nasional yaitu TVRI dan menjadikan Toelis soetan Sati terkenal di Nusantara.

Quotes Tokoh Nasional

Siapa setuju dengan statement yang diutarakan Najwa Shihab atau yang akrab dipanggil Mbak Nana? Bagaimana kecintaannya pada buku memang ter-refleksikan dari tutur kata dan sikap kecintaannya terhadap apa yang ia kerjakan.

Najwa Shihab, S.H. yang akrab dipanggil Nana (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 16 September 1977; umur 42 tahun) adalah mantan pembawa acara berita di stasiun televisi Metro TV. Ia pernah menjadi anchor program berita prime time Metro Hari Ini, Suara Anda dan program bincang-bincang Mata Najwa.

Najwa adalah putri kedua Quraish Shihab, Menteri Agama era Kabinet Pembangunan VII. Najwa adalah alumni Fakultas Hukum UI tahun 2000. Semasa SMA ia terpilih mengikuti program AFS, yang di Indonesia program ini dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya, selama satu tahun di Amerika Serikat. Merintis karier di RCTI, tahun 2001 ia memilih bergabung dengan Metro TV karena stasiun TV itu dinilai lebih menjawab minat besarnya terhadap dunia jurnalistik.

Acara Bedah Buku Virtual “Kemanusiaan Pada Masa Wabah Korona” Tahap II

PRESS RELEASE

SESI KEDUA BEDAH BUKU KEMANUSIAAN PADA MASA WABAH CORONA DILIHAT DARI SAINS, SASTRA DAN KEPEMIMPINAN” 


Balai Pustaka, Jakarta

PT Balai Pustaka (Persero) pada hari Jum’at, 12 Juni 2020 kembali melaksanakan kegiatan Bedah Buku secara Virtual dengan tema ”Kemanusiaan Pada Masa Wabah Corona dilihat dari Sains, Sastra dan Kepemimpinan. Acara ini diikuti oleh 318 orang peserta.

Pelaksanaan bedah buku diisi oleh 5 (lima) nara sumber, diantaranya : Garin Nugroho (Sutradara/Film Maker), Eka Budianta (Penulis), Prof, dr, Herawati Supolo Sudoyo, Dr. Connie R Bakrie (Akademisi Dan Pengamat Bidang Militer), Kanti Janis (Penulis/Sekum SATUPENA) dan dipandu oleh Okky Madasari (Penulis Novel) sebagai moderator. 

Setiap narasumber menyampaikan pandangan mereka terhadap adanya wabah Corona sesuai ilmu dan kajian yang mereka pelajari selama ini. Dapat disimpulkan bahwa Wabah Corona jangan membuat orang semakin takut, tetapi sikapi dengan menguatkan Iman dan Imun tubuh agar terhindar dari Virus Corona.

Buku Kemanusiaan Pada Masa Wabah Corona dijual dengan harga setiap eksemplar Rp.250.000,- Dan sudah dapat dipesan di toko online Shoppe, Tokopedia, Blanja.com dan Bukalapak.

tokopedia.com/tokobalaipustaka
shopee.com/balai_pustaka
bukalapak.com/balaipustaka
https://www.blanja.com/store/tokobalaipustaka

Quotes Buku Balai Pustaka

Seringkali kita melakukan self defense, merasa baik-baik saja padahal kita tidak sedang baik-baik saja. Padahal, tidak apa dan sangat diwajarkan apabila kita jujur saat merasa sedang tidak baik-baik saja. Seperti yang terucap oleh Abdoel Moeis dalam karyanya berjudul “Salah Asuhan”.

Abdoel Moeis adalah seorang pengarang bergelar Soetan Penghoeloe. Ia lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 3 Juli 1886 dan meninggal dunia di Bandung, 17 Juni 1959. Ayahnya berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat, dikenal sebagai tokoh berpengaruh di masyarakat. Ibunya berasal dari Jawa yang memiliki keahlian pencak silat.

Abdoel Moeis beragama Islam dan giat dalam organisasi politik beraliran Islam. Ia terkenal dengan novelnya Salah Asuhan (1920-an). Abdoel Moeis adalah orang yang termasuk golongan pertama sastrawan Indonesia yang nasionalis. Sementara itu, Pamusuk Eneste memasukkan Abdoel Moeis ke dalam Angkatan Balai Pustaka karena Abdoel Moeis termasuk orang yang menerbitkan novelnya di Penerbit Balai Pustaka.

Karya-karya Abdoel Moeis muncul pada tahun 1920-an dan awal tahun 1930-an. Abdoel Moeis dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan (SK) Presiden Republik Indonesia No. 2183/59, tanggal 30 Agustus 1959.

Artikel: Quotes About Life

Bersabar, memaafkan dan ikhlas kerap kali bersinambungan. Ketiganya merupakan sikap paling baik untuk menghadapi suasana yang sulit dalam hidup manusia. Meski tidak mudah juga untuk dilakukan, tetapi hebatnya manusia terus belajar untuk hal itu.

Sabar, maafkan, ikhlas.. Mari kita hidup dalam kemudahan dengan mengamalkan sikap-sikap yang baik.

Podcast: Sinopsis Buku Mencari Pencuri Anak Perawan

Mencari Pencuri Anak Perawan Karya Suman HS.

Memasuki PSBB transisi, mimin mau menghibur #SobatBP yang masih setia #dirumahaja dengan cerita menghilangnya anak perawan!! Penasaran?? Selamat menikmati! Satu lagi! Balai Pustaka terus melayani #SobatBP secara online melalui:

tokopedia.com/tokobalaipustaka
shopee.com/balai_pustaka
bukalapak.com/balaipustaka
https://www.blanja.com/store/tokobalaipustaka

LAUNCHING DAN BEDAH BUKU “KEMANUSIAAN PADA MASA WABAH CORONA”

LAUNCHING DAN BEDAH BUKU “KEMANUSIAAN PADA MASA WABAH CORONA”, BALAI PUSTAKA BEKERJASAMA DENGAN SATUPENA GELAR WEBINAR

Balai Pustaka, Jakarta – PT Balai Pustaka (Persero) bekerjasama dengan 110 penulis yang tergabung dalam Satupena menggelar Webinar sekaligus Bedah Buku “Kemanusiaan pada Masa Wabah Corona; Renungan 110 penulis SATUPENA”.

Webinar diisi oleh 4 pembicara utama di antaranya; Nasir Tamara (Ketua Umum SATUPENA), Mikke Susanto (Kaprodi ISI, Yogyakarta), Artie Ahmad (Penulis) dan Asma Nadia (Penulis) serta dipandu oleh Valerina Daniel (News Anchor/Praktisi Komunikasi) sebagai moderator.

Acara digelar melalui aplikasi Zoom Meeting pada hari Jumat (05/06/2020) mulai pukul 14.00 – 16.00 WIB, live dari tempat masing-masing pengisi acara. Dihadiri oleh 188 peserta yang terdaftar bahkan dari Sabang hingga Merauke.

Acara dengan format Talkshow ini diisi dengan launching buku, pemaparan materi bedah buku, sharing session dan tanya jawab.

Buku ini menjadi kontribusi fisik berupa untaian kalimat sejumlah 110 penulis anggota Satupena dari berbagai disiplin keilmuan serta genre penulisan non-fiksi berupa esai, fiksi berupa cerpen, puisi dalam menyikapi pandemi Corona yang melanda seluruh negara di dunia termasuk Indonesia.

Dari uraian masing-masing penulis yang hadir dalam acara ini, dapat disimpulkan Wabah Corona harus dapat disikapi dengan bijak, sehingga tidak ada satu generasi yang merasa akan hilang dari muka bumi.

Semua umat manusia harus dapat saling menjaga, sehingga kehidupan tetap berjalan dengan Kenormalan Baru.

Buku Kemanusiaan Pada Masa Wabah Corona di jual dengan harga per eksemplar Rp.250.000,- sudah dapat dipesan di toko online Shopee, Tokopedia, Blanja.com dan Bukalapak.

Sinergi Taman Bacaan Balai Pustaka dengan Pertamina

Taman Bacaan Masyarakat Pertamina x Balai Pustaka

“Sekarang, perpustakaan jadi lebih nyaman, ada bean bag dan komputer jadi selain nyaman baca buku perpustakaan bisa jadi tempat buat kami kerja kelompok dan bertukar pikiran yang nyaman.” ungkap salah satu siswa SMAN 75 Jakarta kelas XII ketika berada di Taman Bacaan Masyarakat milik Pertamina bernama “Pertamax Reading Corner”. Pertamax Reading Corner diresmikan perdana sebagai bantuan CSR Pertamina kepada SMAN 75 Jakarta pada 9 Maret 2018.

Pertamax Reading Corner hadir dengan koleksi buku bacaan yang tidak didapatkan disekolah namun edukatif dan diharapkan mampu merangsang aspek motorik dan kognitif siswa, sehingga membaca tak lagi membosankan. Sejalan dengan tujuan awal Program Indonesia Membaca melalui Taman Bacaan oleh Balai Pustaka yang bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia, menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dan terlaksananya program pemberdayaan masyarakat melalui membaca.

Semoga dengan maraknya kegiatan CSR yang dialokasikan untuk pendidikan melalui Taman Bacaan Masyarakat persembahan Balai Pustaka, akan turut mewujudkan tujuan bernegara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Bangga untuk menjadi bagian dari perwujudan kecerdasan bangsa.

Balai Pustaka dalam Menghadapi New Normal

New Normal, New Normal, New Normal.” Kata tersebut merupakan kata yang akhir-akhir ini sering kita lihat, baca, dengar dan ucapkan. New normal dalam bahasa Indonesia berarti “Kenormalan Baru”.

Gambar di atas merupakan hal yang dilakukan oleh Balai Pustaka dalam kenormalan baru. Semua dilakukan agar bekerja di kantor tetap produktif dengan protokol baik yang bersih dan sehat.

Semoga segala usaha kecil yang kita lakukan bisa berpengaruh besar demi bangkitnya bangsa melawan wabah.